Keadilan Ala Barat : Filsuf Kontemporer - Rawls
Dari sejak pendiriannya, pemikiran politik Amerika memiliki daya-tahan lama untuk memusatkan perhatian/bahasan pada keadilan. Pembukaan...
-
Perbedaan antara analitik-dan-sintetik telah diamati dan dikembangkan dengan berbagai cara, dan meskipun dari arah-pandang tertentu b...
-
“Hume adalah politik kami, Hume adalah perdagangan kami, Hume adalah filsafat kami, Hume adalah agama kami”. Pernyataan oleh filsuf ab...
-
Banyak Epistemologi Hume didorong oleh tinjauan terhadap persoalan filosofis penting, seperti Ruang dan Waktu, hukum sebab-akibat, o...
-
Dalam semua diskusi pada topik Epistemologi sebelumnya, Hume melakukan tindakan yang seimbang antara membuat Serangan-Skeptis (la...
-
Hume berpendapat Kesadaran-Mental ( Mind ) manusia tersusun dari Persepsi-Mental atau Objek-Mental yang terdapat di dalamnya. S...
-
Banyak Epistemologi Hume didorong oleh tinjauan terhadap persoalan filosofis penting, seperti Ruang-Dan-Waktu, Hukum-Sebab-Akibat, O...
-
Menurut penjelasan Locke sendiri, motivasi menulis karya Essay datang kepadanya ketika berdebat dengan seorang temannya mengenai sebua...
-
Banyak Epistemologi Hume didorong oleh tinjauan terhadap persoalan filosofis penting, seperti Ruang dan Waktu, Hukum Sebab-Akibat, Ob...
-
Pengelompokan karya Plato yang biasa dilakukan oleh para ahli filsafat secara kronologis adalah sebagai berikut: Karya Periode-Awal ...
-
Banyak Epistemologi Hume didorong oleh tinjauan terhadap persoalan filosofis penting, seperti Ruang dan Waktu, Hukum Sebab-Akibat, Ob...
Thursday, December 26, 2019
Bersamamu
Dengarkah ?
Batu batu teriak memekak
Ya, kakimu ! kakiku !
Menginjak seraya tergelak
Ringan, mata memaling muka
Sekuat nyali melolong tinggi
Ceria hati tega berlalu
Kita, terlalu bahagia !
Terganggukah ?
Berisik kerikil, keruh mengaduh
Berserak serak marah !
Mengamuk geram !
Nyatanya
Kita beralih ke bunga !
Berlimpah warna, ucapmu malu
Lembut mendekap, menarik syahdu
Heii, kupu indah ! kejutmu lalu
Nyaris berlari kita memburu
Riang derap tawa dipacu
Berebut tangan, merengkuh rindu
Perdulikah ?
Desir pasir meratap perih
Berhambur iba, meruntuh pedih
Sedih bersimpuh, merintih lirih
Akhh ! rupa kita berpura tuli
Berkali pula batin membuta
Cukuplah berdua, bisikmu gila !
Di bawah sana, biarlah merana !
Bekasi, 29 Desember 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment